Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mahasiswa UNIK Cipasung Meraih Penghargaan Bronze Medal di Mandalika Essay Competition

KOTA TASIK, RADARTASIK.COM – Pada perhelatan Mandalika Essay Comptition 2 (MEC 2), Universitas Islam KH. Ruhiat (UNIK) Cipasung Tasikmalaya yang diwakili oleh Rian Ahmad Fauzan memperoleh medali perunggu (Bronze Medal).

Rian adalah mahasiswa pada program studi Pendidikan Agama Islam, semester II tahun ajaran 2022-2023. Rian dibimbing oleh seorang dosen muda yang baru bergabung di UNIK Cipasung pada September 2019 lalu yang bernama Dr. Susanti Wulandari, M.Pd.

Tema kompetisi ini adalah “Sinergi Generasi Muda melalui Aksi Nyata untuk Indonesia Emas 2045”. Ada enam sub-tema yang disediakan oleh panitia penyelenggara adalah bidang pariwisata, pendidikan dan sosial budaya, hukum dan ekonomi, kesehatan, pertanian, pangan dan peternakan, serta teknologi, energi, dan lingkungan. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa aktif jenjang Strata-1 (S1) atau Diploma-3 (D3) di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Artinya bahwa MEC 2 ini berskala nasional.

National Mandalika Essay Competition 2 mengacu pada hasil ide dan gagasan kreatif yang dikembangkan dengan pola pikir ilmiah dan berdasarkan informasi terkini yang reliable, valid, menyajikan fenomena masalah beserta solusinya.

MEC 2 diikuti oleh berbagai  universitas dari seluruh Indonesia dengan total karya yang terkirim sebanyak 576 karya Proses seleksi terdiri dari dua tahap, yaitu babak seleksi paper dan babak final. Rangkaian kegiatan MEC 2 ini dimulai sejak 11 Oktober 2022, yaitu pendaftaran dan pengumpulan karya.

Pada tanggal 5-7 Maret 2023, 60 karya terbaik hasil seleksi dewan juri diwajibkan untuk mengikuti babak presentasi, volunteer, dan field trip untuk mengeksplor Lombok. 60 karya terpilih tersebut selanjutkan mengikuti serangkaian kegiatan berupa technical meeting, presentasi karya, dan pengumuman yang diselenggarakan secara langsung (luring) di Asrama Haji Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Rian sebagai salah satu finalis dari UNIK Cipasung mengambil bidang kesehatan pada esainya yang mengusung judul “In-Heation: Interprofessional Health and Society Collaboration 7-Helix untuk Menyukseskan 3P (Pencegahan, Pengendalian, dan Penyehatan) Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Guna Mewujudkan Indonesia Bebas Diabetes 2045”.

Pemilihan judul ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap penyakit diabetes mellitus yang prevalensinya tinggi di Indonesia, bahkan merupakan penyakit mematikan tidak menular (PTM) ketiga setelah serangan jantung dan stroke. Indonesia sebagai negara berkembang menempati posisi keenam dengan angka kejadian penderita diabetes mellitus tipe 2 setelah China, Amerika Serikat, India, Pakistan, dan Jepang.

In-Heation Apps yang ditawarkan Rian sebagai solusi terhadap upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus tipe 2 ini menyajikan tiga fitur bagi masyarakat yaitu fitur konsultasi, fitur data pasien, dan fitur edukasi. Dalam aplikasi yang ditawarkan Rian ini menyebutkan adanya kolaborasi dan kerja sama antar profesional kesehatan dan masyarakat yakni dokter, apoteker, perawat, pemerintah daerah, karang taruna, media, dan masyarakat.

Tujuan dari aplikasi ini berkaitan dengan tiga hal esensial. Pertama, mengurangi angka penderita bahkan kematian akibat diabetes mellitus tipe-2. Kedua, mencegah peningkatan penderita diabetes mellitus di masa mendatang; Ketiga, berkolaborasi secara sistematis guna menyukseskan 3-P (Pencegahan, Pengendalian, dan Penyehatan).

Judul yang diambil Rian ini cukup memiliki tantangan pada saat penyusunannya, sebab Rian berlatar belakang prodi Pendidikan Agama Islam, namun dengan proses bimbingan dengan dosen yang berlatar belakang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Dr. Susan), Rian lebih banyak diajak belajar sains yang terkait konsep materi diabetes mellitus dari mulai konten makro terkait sistem pencernaan hingga proses penguraiannya yang terjadi di dalam sel.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang dapat mempelajari apapun meskipun bukan bidangnya, selama ada kemauan dan persistensi dalam menjalani prosesnya.

Rektor UNIK Cipasung KH. Dendi Yuda Safrulloh, M.Ag, menyampaikan dukungannya untuk perwakilan dari universitasnya.

“Ikut saja, supaya ada pengalaman. Kami dari pihak kampus memberikan suport untuk bisa ikut di ajang ini,” katanya.

Ada banyak kampus besar yang mengikuti ajang ini. Pada kategori kesehatan yang diikuti oleh mahasiwa UNIK Cipasung, kampus competitor berasal dari Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Sumatera Utara, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Banyaknya kampus besar, namun tidak menyurutkan usaha Rian untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan presentasi esainya. Dalam presentasi terutama memerlukan minimal tiga aspek penting yakni penguasaan materi, keterampilan berkomunikasi, dan penampilan. Ketiga hal ini yang secara konsisten diterapkan oleh dosen pembimbing Rian, bahkan tidak hanya ketika membimbing lomba, tetapi juga pada saat mengajar mahasiswa presentasi di kelas tentang materi yang diampu.

Dengan semangat optimis dan do’a, Rian masuk ke ruangan presentasi yang hanya disaksikan oleh dewan juri. Juri pada setiap bidang kategori berasal dari Sivitas akademika Lombok sesuai dengan bidang lombanya. Agenda berikutnya setelah meraih bronze medal, Rian akan mengikuti kegiatan volunteer di Gili Trawangan, dan hari berikutnya eksplor beberapa lokasi wisata di Lombok.

Leave a comment

Jl. Muktamar NU XXIX No.1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia

Pintasan

Pendidikan

Pengabdian

Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung © 2024. All Rights Reserved.